Equity World Futures Surabaya – Selat Hormuz tetap menjadi titik tekanan utama karena biasanya dilalui sekitar 20% aliran minyak global



Equity World Futures Surabaya – Selat Hormuz tetap menjadi titik tekanan utama karena biasanya dilalui sekitar 20% aliran minyak global. Penutupan yang berkepanjangan telah memperketat pasokan energi dari Timur Tengah dan meningkatkan premi risiko di pasar minyak.

International Energy Agency (IEA) menyebut gangguan ini sebagai kejutan pasokan terbesar dalam sejarah. Kenaikan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi, terutama jika biaya transportasi dan input industri ikut terdorong naik.

Namun, bagi emas, dampak inflasi bisa bersifat dua arah. Di satu sisi, emas dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven). Di sisi lain, risiko inflasi yang berkepanjangan membuat pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan menaikkannya, yang biasanya menekan harga emas karena tidak memberikan imbal hasil.

DISCLAIMER

Bertransaksilah dengan Pialang Berjangka PT. EQUITYWORLD FUTURES (EWF) Priority Trillium – Surabaya , Sahid Sudirman Centre Jakarta dan Praxis – Surabaya yang Berada dibawah Naungan Bappebti, Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) & Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Bijak dalam menjaga Ketahanan dana. Ilustrasi Informasi Diatas Hanya Untuk Kalangan Internal Terbatas EWF. Mengingat Pesatnya Laju Informasi dan Berita, Ilustrasi Berita ini Tidak Menggambarkan Secara Keseluruhan Kondisi yang Berkembang di Pasar. Perlunya Kroscek dari Pembaca Terhadap Ilustrasi Informasi Diatas Karena Potensi Mis-Interpretasi. Siapapun Dilarang Menggunakan Informasi Diatas Sebagai Dasar Dalam Pengambilan Keputusan Transaksi. Perdagangan Berjangka Memiliki Resiko Tinggi & Cara Transaksi yang Unik. Anda Dapat Menghubungi Wakil Pialang Berjangka Kami untuk Menerima Informasi Sejelasnya akan Perdagangan Berjangka. baca berita berita lainnya di news Equityworld Trillium Surabaya

Komentar