Equity World Futures Surabaya – Di sisi kebijakan moneter, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee memberikan nada hati-hati dengan menyatakan bahwa inflasi belum kembali ke target 2% dan justru meningkat sejak perang dimulai.
Dinamika inflasi ini tetap penting karena arah suku bunga memengaruhi imbal hasil obligasi dan dolar AS — dua faktor utama yang biasanya menentukan daya tarik emas sebagai aset non-yielding.
Pada pukul 07.41 pagi waktu Singapura, emas spot relatif stabil di US$4.692,98 per ounce. Perak naik tipis ke US$77,44 setelah melonjak 6,2% sehari sebelumnya; platinum stagnan, sedangkan palladium bergerak naik tipis.
Indeks Bloomberg Dollar juga nyaris tidak berubah setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya, sementara harga emas masih tercatat turun sekitar 11% sejak konflik pecah pada akhir Februari.
5 Poin Penting:
- Harga emas bertahan di atas US$4.690 setelah reli 3% sehari sebelumnya, penguatan terbesar sejak akhir Maret.
- Harapan kesepakatan AS-Iran menekan harga minyak, meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan yield obligasi.
- Dolar AS melemah kembali ke level sebelum perang, memberikan dukungan tambahan bagi emas.
- Risiko pembalikan arah tetap tinggi karena perkembangan perdamaian dinilai masih rapuh dan tuntutan kedua pihak belum banyak berubah.
- Komentar The Fed menegaskan inflasi masih menjadi variabel utama, sehingga ekspektasi suku bunga tetap dapat mengubah arah pergerakan emas.
Informasi Resmi PT Equityworld Futures:
- Website Resmi Equityworld Futures
- Akun Demo Trading
- Registrasi Online
- Data Historis Trading
- Kontak Resmi
- Profil Perusahaan

Komentar
Posting Komentar